Mengenai Saya

Foto Saya
hanya ingin membuat sebuah media untuk berbagi informasi & pengetahuan.. Untuk menjadi kita (bukan aku) yang lebih baik..

Jumat, 12 November 2010

Colon in Loop

Anatomi
Kolon merupakan tab berongga dgn p=1,5m dari caecum – canalis ani, diameter
rata – 2,5 inchi.

Bagian-bagian kolon :
- Apendiks vermiformis
- Sekum 
- Colon ascendens 
- Colon transversum
- Colon descendens
- Colon sigmoid 
- Rectum Anus

Fisiologi
Diperlukan waktu 16 – 20 jam untuk mencapai sekum.

Fungsi kolon :
- Absorbsi air, garam & glukosa
- Sekresi musin oleh kelenjar lapisan dalam
- Penyimpanan selulosa
- Defekasi

Pergerakan kolon :mencampur dan mendorong

Definisi
Teknik pemeriksaan secara radiologi usus besar dengan menggunakan media kontras secara retrograde.

Tujuan
Mendapatkan gambaran anatomis kolon untuk membantu menegakkan diagnosa suatu penyakit/kelainan-kelainan pada kolon.

Indikasi
- Colitis
- Diverticulum
- Neoplasma
- Polip
- Volvulus
- Invaginasi
- Atresia
- Stenosis 

Kontraindikasi
- Perforasi
- Obstruksi 
- Refleks vagal

Persiapan Pasien
- 48 jam sebelum pemeriksaan pasien makan makanan lunak rendah serat
- 18 jam sebelum pemeriksaan ( jam 3 sore ) minum tablet dulcolax.
- 4 jam sebelum pemeriksaan ( jam 5 pagi ) pasien diberi dulkolak kapsul per anus selanjutnya dilavement
- Seterusnya puasa sampai pemeriksaan
- 30 menit sebelum pemeriksaan pasien diberi sulfas atrofin 0,25 – 1 mg / oral untuk mengurangi pembentukan lendir 
- 15 menit sebelum pemeriksaan pasien diberi suntikan buscopan untuk mengurangi peristaltic usus.

Persiapan Alat
- Pesawat sinar – x yang dilengkapi fluoroscopy
- Kaset dan film sesuai kebutuhan
- Marker
- Standart irigator dan irigator set lengkap dengan kanula dan rectal tube
- Sarung tangan 
- Penjepit atau klem
- Spuit
- Kain pembersih
- Apron 
- Tempat mengaduk media kontras 
- Kantong barium disposible

Persiapan Bahan
- Media kontras BaSO4 = 70 – 80 % W/V ( Weight / Volume ), banyaknya sesuai panjang pendeknya kolon kurang lebih 600 – 800 ml dengan perbandingan 1: 8
- Air hangat 
- Vaselin atau jelly

Metode Kontras Tunggal
- Pemeriksaan hanya menggunakan BaSO4 sebagai media kontras. 
- Kontras dimasukkan ke kolon sigmoid, desenden, transversum, ascenden sampai daerah seikum.
- Dilakukan pemotretan full filling 
- Evakuasi, dibuat foto post evakuasi

Metode Kontras Ganda
- Tahap pengisian
- Kolon diisi BaSO4 sampai kira 2 fleksura lienalis atau pertengahan kolon transversum
- Pasien disuruh merubah posisi agar barium masuk ke seluruh kolon
- Tahap pelapisan
- Menunggu 1 – 2 menit supaya barium melapisi mukosa kolon
- Tahap pengosongan
- Pasien disuruh BAB
- Tahap pengembangan
- Dipompakan udara ke dalam kolon = 1800 – 2000 ml, tidak boleh berlebihan karena akan timbul komplikasi : reflex vagal ( wajah pucat, bradikardi, keringat dingin dan pusing )
 - Tahap pemotretan
- Pemotretan dilakukan apabila yakin seluruh kolon mengembang semua
- Posisi pemotretan tergantung dari bentuk dan kelainan serta lokasinya.
- Proyeksi PA, PA oblig & lateral ( rectum )
- Proyeksi AP, AP oblig ( kolon transversum termasuk fleksura)
- Proyeksi PA, PA oblig pasien berdiri ( fleksura lienalis dan hepatica

1 komentar: